Pohon Zaitun adalah pohon yang Allah abadikan namanya di
dalam Al Qur’an, bahkan Allah bersumpah dengan menyebutkan pohon zaitun di ayat
pertama surat At Tin.
Demi Tin dan Zaitun.
(QS. At Tin : 1)
Rasulullah SAW juga bersabda :
Makanlah kalian buah zaitun, minyak zaitun, dan
gunakan menggosok (mengoles) dengan minyak zaitun, sesungguhnya ia adalah dari
pohon yang diberkahi.” (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Di negeri palestina, sebagian besar penduduknya bertani
zaitun. Sumber penghasilan terbesar masyarakatnya berasal dari berkebun zaitun
dimana buahnya yang telah dipanen diolah menjadi minyak zaitun.
Selama berabad-abad masyarakat muslim Palestina hidup makmur
dari hasil perkebunan zaitun.
Pengrusakan besar-besaran lahan
Zaitun oleh Israel
Keadaan banyak berubah setelah Israel melakukan pencaplokan besar-besaran tanah palestina. Ribuan hektar lahan perkebunan zaitun telah dimusnahkan oleh zionis Israel, pohon-pohonnya dirobohkan dengan bulldozer, bibit-bibit yang baru ditanam di tanah dicabut, dan benih yang baru disemai dibakar. Belum lagi para pemukim dan tentara Israel yang menebar racun ke pohon-pohon zaitun, menjadikan pohon yang diberkahi ini tidak layak jual.
Berikut contoh pengrusakan perkebunan zaitun oleh zionis
Israel
Sejak tahun 1967 Israel telah menyita 800.000 pohon zaitun
di Tepi Barat
Tahun 2010 jumlah pohon zaitun yang dirusakan mencapai
400.000
Tahun 2011 jumlah pohon zaitun yang dirusak 500 pohon dalam
sepekan
Tahun 2012 pemukim yahudi di Ramalah mencabut 250 pohon
zaitun
Selamat tahun 2013 pemukim Yahudi telah mencabut 8.000 pohon
zaitun
Tahun 2014 pemukim yahudi di Nablus mencabut 1.500 pohon
zaitun
Di awal tahun 2015 pemukim yahudi telah menghancurkan 5000
pohon zaitun di utara Ramalah
Data di atas hanyalah sebagian kecil dari lahan zaitun di
palestina yang dirusak oleh Israel, masih banyak lahan-lahan zaitun di
palestina yang rusak oleh Israel dan tidak dapat diberitakan. Para petani kebun
zaitun telah mengalami kerugian besar, dan tentunya semakin menambah derita
bagi rakyat palestina dengan penurunan dari sector ekonomi.
Tak dapat kita bayangkan betapa besar derita rakyat
palestina yang diguncang dari berbagai sisi kehidupan. Sebagai insan yang
diberikan hati nurani, tentunya kita merasa terketuk hatinya untuk membantu
mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar